Posted on: January 6, 2021 Posted by: publisher Comments: 0

RI Ingin Jadi Raja Baterai, MIND ID Beberkan Persiapannya

Indonesia kini sedang mendekati sejumlah pemain utama baterai dan mobil listrik kelas dunia, menjadi dari perusahaan asal China yakni Contemporary Amperex Technology Co. Limited atau CATL, perusahaan Korea Selatan LG Energy Solution, perusahaan asal Jepang Panasonic, hingga perusahaan mobil listrik ternama asal Amerika Serikat Tesla.

Hal itu tak lain untuk mewujudkan industri kendaraan listrik terintegrasi dari hulu hingga hilir di Tanah Air. Dengan demikian, tak hanya jadi konsumen, tetapi Indonesia termasuk jadi anggota dari produsen baterai dan kendaraan listrik dunia.

Lalu, apa saja yang sedang dikerjakan RI untuk merealisasikan idaman tersebut?

Ketua Tim Percepatan Proyek Baterai Kendaraan Listrik (Electric Vehicle/ EV Battery), Agus Tjahajana Wirakusumah, menyebutkan untuk jadi produsen baterai terbesar, langkah yang mesti disita adalah melacak pasar-pasar terbesar.

Saat ini pasar terbesar untuk baterai adalah China, Eropa, dan Amerika. Menurutnya, jikalau menginginkan masuk jadi pemain global, maka mesti masuk ke pasar tiga negara tersebut. Cara untuk dapat masuk ke pasar tersebut yakni melalui menggandeng pemain baterai yang menjual ke pasar tersebut.

“Kalau kami melihat baterai, kami jikalau berkenan jadi pemain global, ya mesti masuk ke pasar itu. Kalau berkenan masuk ke pasar itu, pasti mesti menggandeng pemain baterai yang menjual ke pasar itu,” jelasnya kepada CNBC Indonesia, Rabu (06/01/2021).

Menurutnya, sejak tim percepatan dibentuk oleh Menteri BUMN terhadap Februari 2020 lalu, tim telah sebabkan perencanaan untuk menentukan calon mitra.

Mulanya tim mengenal ada 11 pemain baterai besar di dunia. Kriteria yang dicermati oleh tim untuk jadi partner adalah berdasarkan kemampuan, rekam jejak, keinginan untuk investasi, dan mereknya.

“Dari 11 kami dapat muncul (pilih) enam, dan selanjutnya dapat beroleh tiga yang paling baik dan sesudah itu kami berkomunikasi, yakni bersama dengan LG, Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) dari China dan kami berbincang-bincang bersama dengan Jepang, bersama dengan Panasonic,” tuturnya.

Pihaknya telah sadar jikalau kendaraan listrik yang ada di Indonesia selagi ini belum pesat, benar-benar jauh jikalau berkaca ke China. Perihal pasar ini termasuk jadi salah satu pertimbangan calon investor untuk berkenan berinvestasi di Tanah Air.

“Mitra kami melihat berapa besar market kami di sini. Hitungan yang ada di kami, di tim, bersama dengan melihat proyeksi yang dikerjakan oleh Kementerian Perindustrian dan tim sendiri yang jalankan perhitungan, kami melihat sebenarnya tidak benar-benar besar sekali dibandingkan bersama dengan China,” jelasnya.

 

Leave a Comment