Posted on: January 10, 2021 Posted by: publisher Comments: 0

Harga Emas Antam Terjun Bebas Rp 15.000 per Gram terhadap 9 Januari 2021

Harga emas Antam atau emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun Rp 15.000 menjadi Rp 954 ribu per gram, terhadap Sabtu, 9 Januari 2021. Kemarin, harga emas Antam dipatok Rp 969 ribu per gram
Adapun harga buyback emas Antam susut Rp 3.000 menjadi Rp 838 ribu per gram. Harga buyback merupakan patokan andaikata Anda menjajakan maka Antam dapat membelinya di harga Rp 838 ribu per gram.

Sementara harga emas Antam bercorak batik bersama ukuran 10 gram ditetapkan Rp 9.890.000, sesudah itu untuk ukuran 20 gram dijual Rp 19.140.000.

Ini merupakan harga emas Antam yang dijual di Pulogadung, Jakarta. Saat ini, Antam menjajakan emas bersama ukuran menjadi 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.32 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia.

Antam meyakinkan terkecuali emas batangan ANTAM LM terjamin keaslian dan kemurniannya bersama sertifikat LBMA (London Bullion Market Association).

Harga emas Antam sudah terhitung PPh 22 sebesar 0,9 persen. Jika menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) mampu meraih potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).

Berikut daftar harga emas Antam:

* Pecahan 0,5 gram Rp 527.000

* Pecahan 1 gram Rp 954.000

* Pecahan 2 gram Rp 1.848.000

* Pecahan 3 gram Rp 2.747.000

* Pecahan 5 gram Rp 4.545.000

* Pecahan 10 gram Rp 9.035.000

* Pecahan 25 gram Rp 22.462.000

* Pecahan 50 gram Rp 44.845.000

* Pecahan 100 gram Rp 89.612.000

* Pecahan 250 gram Rp 223.765.000

* Pecahan 500 gram Rp 447.320.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 894.600.000.

Harga Emas Turun 4 Persen, Terburuk Sejak November 2020
Harga emas merosot lebih berasal dari 4 persen terhadap perdagangan Jumat (Sabtu sementara Jakarta) dan perak diikuti bersama penurunan hampir 10 persen gara-gara prospek transisi kekuasaan yang mulus di Washington, Amerika Serikat (AS) dan lonjakan imbal hasil Treasury AS menghantam kompleks yang punya nilai itu.

Dikutip berasal dari CNBC, Sabtu (9/1/2021), harga emas di pasar spot turun menjadi USD 1.828,36, di mana penurunan terakhir sebesar 3,6 persen terhadap USD level 1.843,06 per ounce. Penurunan harga emas ini menjadi minggu terburuk sejak November 2020.

Sedangkan harga emas berjangka AS turun 4,1 persen menjadi USD 1.835,40.

“Harga emas mengalami pergeseran fundamental yang besar bagi banyak investor dan mereka menjadi meninggalkan perdagangan aman haven,” kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

“Anda mungkin dapat lihat bahwa pasar Treasury lihat aliran yang kuat dan itu menyingkirkan beberapa kekuatan tarik berasal dari emas,” lanjut dia.

Kontrol Demokrat terhadap Senat AS sudah tingkatkan taruhan untuk dorongan yang besar, mengangkat imbal hasil obligasi 10 tahun ke level tertinggi sejak Maret.

Sejak Presiden AS Donald Trump sudah menyetujui transisi kekuasaan yang teratur, ada beberapa aksi ambil beruntung sementara, kata Jeffrey Sica, pendiri Circle Squared Alternative Investments.

“Setelah emas menembus di bawah USD 1.900, beberapa pedagang momentum tetap mengeksekusi perintah jual,” ungkp dia.

Sementara emas secara lazim dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang mampu dihasilkan berasal dari dorongan yang meluas, terutama tahun lalu, yang sudah berubah gara-gara imbal hasil obligasi yang lebih tinggi tingkatkan cost peluang memegang emas batangan yang tidak menghasilkan bunga.

“Kami dapat lihat lebih banyak dorongan dan terhadap akhirnya tingkatkan suku bunga,” kata Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas di TD Securities.

Beberapa analis terhitung menyebutkan beberapa investor terhitung mampu mengalihkan dananya ke Bitcoin, yang sudah memperpanjang reli yang meroket.

Selain harga emas, harga perak turun 7,3 persen menjadi USD 25,14 per ounce, setelah jatuh sebanyak 9,8 persen. Sementara paladium turun 2,6 persen menjadi USD 2.356,23 per ounce. Kedua logam berikut menghadapi minggu terburuk sejak November.

Harga platinum merosot 5 persen menjadi USD 1.060,87, di mana terhadap perdagangan pada mulanya sudah turun 6,2 persen.

Harga Emas Bakal Kembali Cetak Rekor Tertinggi, Ini Penyebabnya

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, menyebutkan pelantikan Joe Biden sebagai Presiden AS terhadap 20 Januari 2021 dapat mendorong kenaikan harga emas. Harga emas diprediksi dapat meraih level tertingginya terhadap kuartal I 2021, yakni USD 2.045 per troy ounce (toz).

Pada kuartal I ini, katanya, AS dapat mengeluarkan banyak kebijakan yang mungkin mempunyai indeks dolar melemah dan harga emas mengalami kenaikan.

“Penurunan besar indeks dolar AS dapat terjadi ke 87, sementara itu lah emas menyentuh level USD 2.045 per troy ounce. Kalau tidak, emas dapat ada masalah meraih level tersebut, di angka USD 2.000 per troy ounce sudah memadai bagus,” memahami Ibrahim sementara dihubungi Liputan6.com terhadap Jumat (8/1/2021).

Kenaikan harga emas tidak dapat terjadi lama. Fluktuasi dapat meraih level terendah terhadap kuartal III 2021 bersama harga USD 1.600 per troy ounce. Hal ini disebabkan vaksinasi sudah merata, dan penduduk sudah menjadi bekerja layaknya biasa.

Perekonomian sudah menjadi menggeliat, lalu pilihan investasi pun dapat berubah ke saham dan obligasi.

“Jika vaksinasi sudah terjadi bersama baik, maka perekonomian dapat ikut membaik,” tutur Ibrahim.

 

Leave a Comment