Posted on: March 27, 2021 Posted by: publisher Comments: 0

dreadrecordingsuk – Sutarto Aliemoese, Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Beras Indonesia dan Pengusaha Beras (Perpadi), banyak mengungkapkan situasi industri beras nasional saat ini. Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan penjelasan usai memastikan pemerintah tidak akan mengimpor beras sebelum Juni 2021.

Heboh Tentang Isu Impor Beras, Pengusaha Beras Jelaskan Kapan Panen Raya

Sutarto mengatakan hingga saat ini produksi beras cenderung rapuh karena faktor iklim. Oleh karena itu, terkadang surplus, terkadang defisit. “Ini yang harus disadari,” kata mantan Direktur Perum Bulog 2009-2014 itu saat berdiskusi di Jakarta, Jumat, 26 Maret 2021.

Sebelumnya, Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan rencana impor beras 1 juta ton pada 5 Maret 2021. Rencana tersebut memicu protes dari banyak kalangan. Usai heboh, Jokowi membenarkan tidak akan mengimpor beras hingga Juni 2021.

Dalam beberapa tahun terakhir, Sudarto juga menyatakan siklus panen padi di Indonesia tidak banyak berubah. Dari Februari hingga Juni, produksi akan surplus.

Ia mengatakan: “Biasanya terjadi panen raya pada bulan April dan Maret.” Namun selama periode ini, Sutato mengatakan bahwa harga gabah cenderung turun atau lebih rendah.

Kemudian dari bulan Juni hingga September produksi beras masih surplus, namun tidak sebesar Februari hingga Juni. Namun, ada kecenderungan harga gabah naik atau naik. Dari September hingga Januari saja, akan mengalami defisit.

Karena itu, kata dia, pemerintah harus benar-benar mampu menyerap produksi beras di sisa periode. Namun dalam prakteknya, daya serap ini biasanya kurang.

Selain itu, perubahan pengadaan beras pemerintah yang tepat waktu juga menghambat penyerapan beras. Oleh karena itu, kata dia, diperlukan sinergi yang lebih antar pelaku industri beras.

Leave a Comment