Posted on: March 15, 2021 Posted by: publisher Comments: 0

Berikut Penyebab Hargai Cabai Rawit Kian Meningkat Jelang Ramadhan

dreadrecordingsuk – Harga cabai rawit saat ini hampir menyentuh harga Rp80.000 per kilonya. Harga yang lebih tinggi adalah harga cabai merah 96.950 rupiah per kilogram, sedangkan cabai rawit hijau harga 63.900 rupiah per kilogram.Data ini dikutip dari laman hargapangan.id.

Menjelang Ramadhan, Abdul Hamid, Ketua Umum Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI), juga menjelaskan harga cabai.Dia mengatakan, kenaikan harga cabai disebabkan virus yang menyerang hampir 40% hingga 50%. Panen pada Februari lalu.

Namun, musim panen cabai di beberapa daerah penghasil di dataran tinggi bertepatan dengan permintaan pasokan cabai pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri, dan diperkirakan kondisi tersebut dapat mulai menurunkan harga cabai terpantau.

“Kami harap mulai Maret ini sudah bisa turun karena daerah produsen sudah mulai menyalurkan produksi ke pasar,” kata Abdul Hamid kepada Tempo.co, 14 Maret 2021.

Secara umum, kenaikan harga pangan rumah tangga terjadi pada tiga momen yaitu hari menjelang Ramadhan, dan kenaikan harga terjadi pada hari kedua Idul Fitri, dan fase ketiga kenaikan setelah Idul Fitri, yaitu karena konsumsi. Saat Ramadhan Meningkat, jumlah komoditas mengalami penurunan, namun tingkat konsumsi masyarakat masih tinggi.

Berdasarkan pantauan laman hargapangan.id, harga cabai di seluruh wilayah Indonesia pekan ini tidak turun tajam, namun tetap berada di angka yang tinggi dan stabil. Pekan lalu, 5 Maret 2021, harga cabai Rp 78.300 per kilogram.

Untuk mengatasi kenaikan harga di pasar lada, Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan melakukan upaya strategis untuk saling memasok.Petikan secara alami akan digunakan untuk mengangkut komoditas hingga paprika tidak bisa dipanen. , ada cukup pasokan di daerah tersebut.

Menteri Pertanian Syahrul Limpo mengatakan kenaikan harga lada disebabkan berkurangnya pasokan komoditas di daerah produksi. Ia mencontohkan situasi Jawa Timur dan Jawa Tengah saat ini akibat kemarau dan kekeringan. Curah hujan mempengaruhi proses tanam bahkan menyebabkan kematian banyak paprika.

“Untuk komoditas seperti ini, saat momentum panen turun (harga), seperti momentum musim hujan dan kemarau, akan naik (harga). Tapi sejauh ini kondisinya masih nasional, nggak jadi soal,” ujarnya pada 2021. ungkapnya usai memanen padi di Kabupaten Magelang pada Sabtu, 6 Maret.

Menurut Kementerian Pertanian, harga pangan tidak akan dibiarkan naik hingga Ramadhan dan Idul Fitri, dan metode konektivitas akan diadopsi antara daerah surplus seperti paprika atau bawang merah dan daerah defisit. Untuk itu, Kementerian Pertanian dan Kementerian Perhubungan telah melakukan koordinasi agar sembako dapat didistribusikan melalui udara.

Rencana jangka panjangnya, Kementerian Pertanian akan membangun usaha berkelanjutan berupa pengolahan pertanian paprika dan cabai merah yang terintegrasi dengan peserta komersial di bidang hortikultura untuk memaksimalkan penyerapan hasil panen petani.